About
Hi, I am Kasmiati, mostly known as Tata, a Ph.D. student at Université de Montpellier (École Doctorale GAIA) and Visiting Scientist at CIRAD (Forest & Society). Moreover, I work as a lecturer/Assistant Professor in the Faculty of Agriculture and Forestry, Sulawesi Barat University.
I come from Sulawesi — genetically, South Sulawesi; and by upbringing, the wider Sulawesi Island, Eastern Indonesia — and I've now moved to the South of France for my studies. I move from one place to another, meeting different cultures and people along the way. This constant movement is what draws me to understand what lies in between, the humans and the spaces, the nature they inhabit.
This is why I'm pursuing a PhD specializing in environment, territory, and society. My thesis asks what the extractive industry in Eastern Indonesia really takes beyond what we can see and touch — a question that has led me into the interdisciplinary space between extractivism, autonomous conservation, and community practices.
Besides PhD-ing, I love walking, reading literature, and doing nothing — a nap is beautiful, and a little bit radical in this chaotic world isn't it !!
Tentang saya
Hi, saya Kasmiati, lebih dikenal sebagai Tata, merupakan mahasiswa Ph.D di Université de Montpellier (École Doctorale GAIA) dan Visiting Scientist di CIRAD (Forest & Society). Selain itu, saya bekerja sebagai dosen/asisten profesor di Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Sulawesi Barat.
Saya berasal dari Sulawesi Selatan—secara genetik —dan dibesarkan secara luas di kepulauan Sulawesi, Indonesia Timur—dan saat ini saya pindah ke Prancis Selatan untuk belajar. Saya berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya, bertemu budaya dan orang yang berbeda di sepanjang jalan. Perpindahan yang terus berlangsung ini mendorong saya untuk memahami apa yang ada di antara manusia dan ruang, serta alam tempat mereka berada. Karena itu, spesialisasi Ph.D. saya di bidang "Lingkungan, Wilayah dan Masyarakat" . Tesis saya mengkaji apa sesungguhnya yang diambil oleh industri ekstraktif di Indonesia Timur—di luar hal-hal yang dapat kita lihat dan sentuh. Pertanyaan ini membawa saya ke ranah interdisipliner yang mempertemukan ekstraktivisme, konservasi otonom, dan praktik-praktik masyarakat lokal terkait sumber daya.
Selain menjalani Ph.D, saya suka jalan kaki, membaca karya sastra dan tidak melakukan apa pun – sebab di dunia yang kacau ini, tidur siang adalah hal yang indah dan sedikit radikal nggak sih !!